03/11/08
(22:14:40):
langit malam menggeliat resah,
karena kepingan pinta yang meluncur dari bibir sang hamba.
tanah-tanah berderu gundah, karena jiwa datang menyapa dengan Cinta.
seperti air mengalir menuruni lereng-lereng pegunungan kalbu
telaga bening itu pun menetes deras basahi sajadah biru
bawa kepingan hati yang tlah retak oleh pilu.
dan waktu terus berdetak sendu, gelisah tak menentu
tak lagi tahan mendengar rintihan Rindu dari palung-palung kalbu.
^_^ selamat malam dunia abu-abu ^_^ zoeys
Pori-poritanah Meminimalisir Banjir ( mini sumur resapan)
17 tahun yang lalu

Tidak ada komentar:
Posting Komentar